banner

Hiburan Malam Jakarta akan Segera Buka

Hiburan malam Jakarta akan segera hidup kembali

Para pengusaha hiburan malam di DKI Jakarta berharap bisa kembali buka secepatnya, tepatnya di masa fase II PSBB transisi DKI Jakarta. Langkah ini diharapkan bisa membantu perekonomian warga yang sebelumnya bergantung di sektor hiburan malam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani mengungkapkan bisnis hiburan malam sebenarnya sudah terdampak sebelum ada pandemi COVID-19 (Virus corona). Di mana saat pandemi terjadi, sektor ini makin terpukul. “Kalau PHK sudah, yang pasti sudah puluhan ribu, baru Jakarta saja. Kalau hiburan kan duluan. Hiburan kan mencakupnya banyak ya, ada griya pijat, diskotek, bar, klub malam, pub, musik hidup, karaoke, dan lain-lain,” kata Hana Suryani.

Hana menyebut, sejak pandemi virus corona melanda, banyak karyawan tempat hiburan malam yang terpaksa dirumahkan, bahkan dikenai PHK. Langkah tersebut terpaksa diambil para pengusaha hiburan malam karena hingga kini tidak kunjung ada kepastian kapan sektor ini dibuka.

Karena itu, Hana berharap Pemprov DKI memberi perhatian pada sektor ini. Jika sektor ini kembali dibuka, geliat ekonomi akan kembali bergairah dan bisa membantu ribuan karyawan di sektor ini yang sebelumnya sempat dikenai PHK atau dirumahkan.

“Jangan menyudutkan dari sisi hiburannya. Kadang kan kalau kita dengar kata hiburan, khususnya hiburan malam, itu kan ‘seksi’ banget. Padahal pada kenyataannya hiburan ini kalau kita lihat dia sama saja dengan usaha-usaha lainnya,” ucapnya.

“Banyak kok tempat hiburan malam yang tertib, banyak tempat yang tidak memakai narkoba, dan tidak melakukan prostitusi, tapi akhirnya disamaratakan, didiskriminasi bahwa hiburan malam adalah tempat penyebaran narkoba dan prostitusi. Oh tidak, nggak gitu. Itu cuma oknum. Ini yang saya suarakan untuk pembukaan di fase kedua,” sambungnya.

Hana mencontohkan, tempat hiburan malam seperti bar atau diskotek sama saja seperti restoran atau mal, sama-sama ada keramaian di sana. Bedanya, restoran dan mal sudah buka di fase I PSBB DKI Jakarta, sementara tempat hiburan malam belum kunjung diperbolehkan beroperasi.

Karena itu, Hana meminta agar sektor hiburan malam segera dibuka di fase II PSBB transisi DKI Jakarta. Dia menyebut para pengusaha yang bernaung di bawah Asphija sudah sangat siap beroperasi. Semua sudah menyiapkan protokol kesehatan seperti arahan pemerintah.

Artikel Terkait: